Beranda > Tulisan Serius > Hubungan Industrial dan berbagai masalahnya

Hubungan Industrial dan berbagai masalahnya

Pengertian Hubungan Industrial
Menurut Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Hubungan Industrial mempunyai pengertian yaitu Suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan / atau jasa yang terdiri dari unsur Pengusaha, Pekerja / Buruh, dan Pemerintah yang didasarkan pada nilai – nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketika kita berbicara tentang hubungan industrial maka pembahasan kita tidak terlepas dari hal-hal yang berhubungan dengan Ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan yang dimaksud adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Oleh karena itu jika terjadi permasalahan ketenagakerjaan pemerintah telah mengaturnya dalam Undang – undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan industrial dan Undang – undang Nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Buruh.

Permasalahan-permasalahan dalam Hubungan Industrial
Masalah-masalah yang terjadi dalam hubungan industrial sebagian besar berada disekitar lembaga-lembaga kolektif dan kaitannya dalam pertukaran hubungan diantara pihak – pihak tersebut. Dalam hal ini masalah tawar menawar dan perundingan yang sifatnya kolektif beserta permasalahan yang berkaitan dengan pertentangan kepentingan dan kerjasama antar lembaga kolektif.
Hubungan industrial merupakan keterkaitan kepentingan antara pekerja / buruh dengan pengusaha. Sehingga dalam hubungan tersebut bisa menimbulkan potensi adanya perbedaan pendapat atau perselisihan antara kedua belah pihak. Hubungan kerja antara pekerja / buruh dengan pengusaha didasari oleh kesepakatan kedua belah pihak untuk mengikatkan diri dalam suatu hubungan kerja. Sehingga jika terjadi salah satu pihak tidak sepakat, maka sulit untuk mencapai hubungan yang harmonis. Dapat pula terjadi jika pengusaha sudah tidak menghendaki hubungan keterikatan dengan pihak pekerja / buruh bisa melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.
Untuk memperjelas hal diatas, ada 4 (empat) pokok permasalahan perselisihan Hubungan Industrial :
 Perbedaan pendapat atau kepentingan mengenai keadaan ketenagakerjaan, yang belum diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perundang-undangan.
 Kelalaian atau ketidakpatuhan salah satu atau para pihak dalam melaksanakan ketentuan normatif yang telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau perundang – undangan.
 Pengakhiran hubungan kerja.
 Perbedaan pendapat antar serikat pekerja / serikat buruh dalam satu perusahaan mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban keserikat pekerjaan.

Solusi yang bisa dilaksanakan untuk permasalahan-permasalahan Hubungan Industrial
Adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi seperti yang telah disebutkan, hal yang diperlukan disini adalah perlu diadakannya usaha dari berbagai pihak untuk mengkaji kembali system yang berlaku dan kemudian membuat pemikiran-pemikiran baru yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam hal ini pihak pengusaha yang lebih mempunyai kewajiban untuk meninjau dan menelaah permasalahan hubungan industrial yang terjadi didalam lingkup kekuasaan mereka. Dan diharapkan pihak pengusaha bisa mengembangkan suatu perundingan yang teratur dan efektif di lingkungan perusahaan.
Pihak pekerja / buruh dapat juga mengusulkan sebuah model perundingan yang sesuai dengan perkembangan masa sekarang. Dalam perundingan tingkat perusahaan ini pihak pekerja / buruh diwakili oleh serikat – serikat pekerja / buruh yang menaungi mereka. Bukan merupakan suatu pekerjaan yang mudah ketika berusaha menyatukan suara antara pihak pengusaha dan pihak pekerja / buruh dalam sebuah perundingan. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses proses perundingan :
 Menyamakan tujuan perundingan yaitu semata-mata demi kebaikan bersama yang saling menguntungkan. Bukan menguntungkan salah satu pihak.
 Dalam proses perundingan dibutuhkan adanya suatu sentralisasi atau pemusatan kewenanganan kekuasaan, sehingga mudah dalam penyampaian yang diterima semua pihak.
 Berkaitan dengan pemusatan tersebut, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk mempertanyakan tentang aturan atau perjanjian yang diperlukan penjelasan lebih terperinci.
 Pihak yang berunding harus mencapai suatu tingkat kerjasama yang baik dengan masing-masing pihak harus dapat memahami atas dasar kejelasan dan kepercayaan.

Pendapat saya tentang perkembangan Hubungan Industrial
Seiring dengan perkembangan jaman yang ditandai pula dengan majunya bidang perindustrian, semakin berkembang pula permasalahan-permasalahan yang ada didalam hubungan industrial dan ketenagakerjaan. Namun menurut pemahaman saya, yang paling umum dan paling sering menjadi permasalahan atau sumber perselisihan akhir – akhir ini adalah tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perselisihan antar serikat pekerja / serikat buruh.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) semakin marak terjadi sejak adanya krisis moneter pada tahun 1997. Dalam undang – undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pasal 151 disebutkan “pengusaha, pekerja / buruh, serikat pekerja / serikat buruh dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja”. Namun, ketika pemutusan hubungan kerja terpaksa terjadi, pihak pengusaha wajib merundingkan maksud dari pemutusan hubungan kerja tersebut dengan pihak pekerja / buruh atau diwakili oleh serikat pekerja / serikat buruh dan pengusaha mempunyai kewajiban memberikan pesangon kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Penyelesaian perselisihan yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja ini dimaksudkan untuk meminimalisir kerugian pihak pekerja sebagai korbannya.
Sedangkan untuk penyelesaian perselisihan antar serikat buruh atau serikat pekerja, pemerintah sudah menetapkan undang – undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat buruh sebagai acuan. Hak dari serikat buruh adalah membuat perjanjian kerja bersama pengusaha dan berhak mewakili pekerja / buruh yang menjadi anggotanya. Sedangkan kewajibannya adalah melindungi, membela dan memperjuangkan nasib anggotanya. Dengan hak dan kewajiban seperti itu, mau tidak mau pasti ada gesekan antara serikat pekerja yang satu dengan serikat pekerja yang lain. Menurut undang – undang tersebut, perselisihan ini harus diselesaikan dengan musyawarah diantara pihak – pihak yang terlibat. Jika tidak terjadi kesepakatan, harus diselesaikan sesuai peraturan yang berlaku atau dengan jalur hukum.

Kesimpulan
Hubungan industrial merupakan suatu system hubungan kerja yang melibatkan pihak pekerja atau buruh, pengusaha, dan pemerintah. Sehingga perselisihan yang terjadi dalam penyelesaiannya dibutuhkan partisipasi dari semua pihak. Pemerintah mempunyai kewajiban mengatur dan mengawasi pola / system yang berhubungan dengan hubungan industrial.
Dalam sebuah perusahaan, jika hubungan industrialnya baik dan harmonis, maka suasana kerja akan kondusif sehingga output yang dihasilkan sesuai dengan tujuan perusahaan. Kondusif tidaknya suasana kerja tergantung kemauan dari berbagai pihak, bersedia atau tidak, bekerja bersama untuk tujuan bersama yaitu sesuai dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan.

Kategori:Tulisan Serius
  1. 30 Maret 2010 pukul 17:56

    postingan berat fiq

  2. taufiq_qipot
    1 April 2010 pukul 12:38

    berat sama kita pikul….

    ringan sama kita jinjing mbah…

  3. 2 April 2010 pukul 06:26

    Iki TA ne kemarin yo….. hahay.

  4. 5 April 2010 pukul 18:51

    Mas Hati Langit majornya Teknik Industri ya.. salam saya

  5. taufiq_qipot
    6 April 2010 pukul 09:13

    Bukan mas…..

    Administrasi Bisnis…….

    • Teguh
      8 Mei 2010 pukul 12:00

      Administrasi Bisnis mn mas?
      aku Administrasi Bisnis UB.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: