Beranda > Tulisan Serius > LKM UB dalam BAYANG-BAYANG NEO NKK/BKK

LKM UB dalam BAYANG-BAYANG NEO NKK/BKK

Tulisan ini merupakan tulisan sahabat saya…… demi kampus tercinta….. Universitas Brawijaya….

Hantu itu bernama NKK/BKK

pada masa orde baru tepatnya pada tahun 1977 oerganisasi-organisasi kemahasiswaan yang dimotori oleh dewan mahasiswa banyak melakukan pengkritisan terkait kebijakan-kebijakan pemerintah. Puncaknya adalah ketika mahasiswa menolak pencalonan soeharto sebgai presiden RI untuk kesekian kalinya. Melihat fenomena perlawanan saat itu, pemerintah yang dalam hal ini departemen P&K (sekarang kementrian pendidikan nasional) melakukan sebuah manuver yang sangat mengagetkan pergerakan mahasiswa pada saat itu. Pada tahun 1978, menteri pendidikan indonesia mengeluarkan sebuah SK tentang keorganisasian mahasiswa. SK tersebut bernama NKK (normalisasi kehidupan kampus). SK ini hadir adalah untuk membendung kekeritisan mahasiswa terhadap pemerintahan orde baru. Konsep NKK sendiri mengarahkan mahasiswa hanya pada pengembangan diri sebagai bagian dari masyarakat ilmiah. Aktivitas mahasiswa selain kegiatan ilmiah seperti demonstrasi dikatakan sebagai kegiatan politik praktis yang tidak sesuai dengan iklim masyarakat ilmiah. Sehingga wajar apabila pemerintahan soeharto dapat langgeng hingga tahun 1998. karena kegiatan kemahasiswaan puluhan tahun hanya terbatas pada wilayah minat dan bakat, kerohanian, dan penalaran. Depolitisasi yang diterapkan saat itu sungguh efektif, mahasiswa menjadi study oriented.

Pada tahun 1980, tapatnya setelah 2 tahun setelah SK NKK berlaku. Pemerintah kembali melakukan manuver untuk membungkam kehidupan sosial masyarakat kampus. Puncaknya adalah ketika departemen P&K mengeluarkan SK baru tentang BKK (badan koordinasi kemahasiswaan). Kali ini pemerintah dengan paksa, berusaha membubarkan dewan mahasiswa di setiap kampus. Sehingga kegiatan mahasiswa akan dikendalikan sepenuhnya oleh Pembantu Rektor III. Pemerintahan mahasiswa hanya dapat eksis sebatas di fakultas-fakultas dan himpunan mahasiswa jurusan. Dengan sekup yang makin kecil, gerakan mahasiswa makin terjepit. Gerakan-gerakan sosial untuk membela kepentingan kaum tertindas makin dibungkam.

Dengan dua SK departemen P&K tersebut, pemerintah dapat dengan mudah melanggengkan kekuasaannya. Karena mereka yang selalu melawan telah dibungkam. Sehingga penguasa makin merajalela menindas rakyat. Mereka para kaum intelektual yang berjiwa sosial hanya mampu mengelus dada akan nasib bangsanya. Puluhan tahun kita melihat budaya-budaya setan menghiasi negeri. Korupsi, kolusi dan nepotisme adalah hal yang biasa dalam rentang waktu 1980-1998.

SK rektor UB tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan tak lain adalah NKK/BKK ”versi baru”

Pada tanggal 14 juni 2010, staf ahli pembantu rektor III mengumpulkan pimpinan mahasiswa universitas brawijaya dalam sebuah forum yang penuh akan kecurangan. Dalam forum tersebut, mahasiswa di sodori dengan draft tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Sontak, semua pimpinan lembaga menyatakan ketidak setujuan akan draft tersebut. Karena kebanyakan para pimpinan tidak pernah membahas sebelumnya terkait PUOK tersebut. Perdebatan pun terjadi dengan sengit antara mahasiswa dengan para staf ahli PR III. Hujan interupsi terjadi selama rapat. Hingga akhirnya, kedua belah pihak baik mahasiswa maupun staf PR III sepakat bila sidang pada tanggal 14 juni 2010 di tunda.

Ketidak sepakatan para pimpinan lembaga kedaulatan mahasiswa sebenarnya bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan yang menyebabkan kami tidak sepakat akan PUOK tersebut. Di antaranya yakni:

1. apabila PUOK disahkan, maka kedaulatan mahasiswa brawijaya secara tidak langsung terenggut oleh otoritas kampus.
2. PUOK adalah pedoman pokok bagi kehidupan organisasi dikampus, bukan AD/ART LKM UB. AD/ART sendiri harus menyesuaikan dengan PUOK apabila disahkan.
3. Fungsi DPM dan Kongres direbut oleh pihak rektorat. Karena pembuat kebijakan sekarang semuanya adalah PR III bukan mahasiswa, mahasiswa ditempatkan hanya sebagai ”pembantunya” pembantu rektor.
4. tidak ada persiapan sebelumnya oleh mahasiswa terkait draft PUOK. Karena selama ini draft rancangan tersebut tidak pernah dibagikan kepihak mahasiswa. Kalaupun ada mahasiswa yang melakukan pengkajian, itupun sebatas di DPM.
5. PUOK tidak seperti pedoman umum, tepatnya PUOK adalah AD/ART baru tandingan bagi AD/ART LKM UB. Isinya sangat teknis.

Hal-hal di atas adalah beberapa alasan yang membuat sidang tanggal 14 juni 2010 berakhir dengan deadlock. Kami tidak ingin NKK/BKK hidup kembali di bumi brawijaya. Kampus kita sudah sangat lama disebut sebagai kampus ”sejuk”, jangan sampai setelah PUOK disahkan kampus kita menjadi kampus ”beku”.

Belajar dari ”krisis” di UGM

Pada tahun 2008, mahasiswa UGM yogyakarta dengan sangat heroik membangkitkan kembali gelora pergerakan mahasiswa yang hampir akan mati di indonesia. Mereka mengumpulkan para mahasiswa indonesia di jakarta untuk mereformasi 6 visi reformasi menjadi 7 gugatan rakyat. Karena aktivitas sosial yang begitu tinggi di bumi UGM, timbulah ketakutan yang sangat dari pihak pemerintah indonesia. Sehingga dengan kepanjangan tangannya yakni ”rektorat”, aksi bungkam mahasiswa pun terjadi di UGM.

Pada januari 2010, kongres mahasiswa (KM) UGM di tunda dengan sepihak oleh pihak rektorat UGM. Hal ini tentunya sangat mencederai kedaulatan mahasiswa di UGM. Karena yang seharusnya dapat menunda kongres adalah DPM/KM. Ikut campur pihak rektorat sangat kental. Hingga akhirnya permasalah yang ada di kongres dibawa-bawa ke hasil pemira UGM. Rektorat tidak sepakat bila presma tepilih, yakni aza disahkan. Karena IPK aza yang sangat kecil. Sehingga rektorat ”menuntut” agar KM dapat merubah AD/ART untuk menjegal aza. Dan KM UGM tentunya tidak menerima keinginan rektorat.

Hingga akhirnya rektorat bersikap sangat ”otoriter” dengan mengeluarkan SK untuk tidak melantik aza sebagai presma UGM. Sehingga secara tidak langsung, rektorat ”membekukan” segala aktivitas BEM di level universitas. bila kita berkaca pada NKK/BKK, maka kejadian di UGM adalah salah satu strategi rektorat menekan kedaulatan mahasiswa, yakni dengan membubarkan lembaga tinggi mahasiswa di universitas (serupa dengan pembubaran dewan mahasiswa di tahun 1980). Sehingga sekup perjuangan akan mengecil kelembaga-lembaga profesi seperti himpunan.

Apakah dengan gencarnya politik yang di arahkan rektorat UGM mampu membendung semangat perjuangan kawan-kawan di UGM? Jawabanya adalah tidak. Walaupun BEM di level universitas mereka tidak di akui oleh rektorat, mereka tetap melakukan aksi-aksi sosial bagi masyarakat indonesia. Kedaulatan mahasiswa bagi mereka adalah harga mati. Karena bila kedaulatan mahasiswa harus direnggut, maka kita akan kembali kepada jaman antara tahun 1980-1998 dimana mereka para penguasa, tidak akan pernah tersentuh oleh sikap kritis mahasiswa, karena mereka membungkam mahasiswa di kampus-kampus .

Yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, apakah LKM UB juga diarahkan ke arah yang sama dengan KM UGM? Di mulai dengan aksi penodaan akan kedaulatan mahasiswa, yakni mengacuhkan fungsi DPM dan Kongres. Bila mahasiswa UB terlihat lemah akan hal tersebut,pasti, kondisi ini akan dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh otoritas birokrasi kampus

Solusi damai bagi krisis mahasiswa UB dan rektorat

Ada beberapa solusi yang sebenarnya dapat membuat suhu di kampus brawijaya kembali cair. Dan tentunya tidak akan menambah dalam lubang komunikasi dengan pihak birokrasi pasca penolakan PUOK tanggal 14 juni 2010. rekomendasi pribadi saya adalah sebagai berikut:

1. AD/ART yang selama ini menjadi pijakan berorganisasi di brawijaya di sahkan sebagai PUOK. Sehingga rektorat punya PUOK dan mahasiswa tidak terenggut kedaulatannya. Bila rektorat menuntut perubahan, itu akan dipertimbangkan di kongres sesuai mekanisme yang berlaku.
2. kalaupun rektorat tetap memaksa harus ada PUOK (bukan adopsi dari AD/ART LKM UB) maka PUOK sifatnya harus lebih UMUM. Tidak mengatur masalah teknis kelembagaan. Untuk hal-hal yang khusus, dikembalikan pada DPM dan Kongres mahasiswa.

Seandainya solusi damai ini dapat terlaksana, paling tidak akan meminimalkan prasangka buruk mahasiswa akan otoritas birokrasi kampus. Karena dari setiap konflik pasti ada ruang untuk saling berkompromi. Dan pikiran-pikiran akan bangkitnya NKK/BKK akan hilang dengan sendirinya.
LKM UB bukanlah lembaga yang dapat disamakan dengan OSIS yang ada di sekolah. LKM UB punya kedaulatan yang tidak dapat diganggu gugat oleh otoritas apapun. Program kerja LKM UB bukanlah program-program ”titipan” dari rektorat. Program kerja kami lahir karena panggilan sosial untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih baik.

Bumi arema, 17 juni 2010.

Win ariga mansur malonga.

Kategori:Tulisan Serius
  1. 18 Juni 2010 pukul 10:39

    tulisane dewe endi?

  2. 23 Juni 2010 pukul 17:53

    pembahasan yang berat…

  3. 10 Agustus 2010 pukul 08:51

    waaahhhh…tulisan ku…

  4. 10 Januari 2011 pukul 20:47

    kok ada yang klaim??

  5. yueunna
    7 Februari 2011 pukul 22:01

    wah, mas,, di kampus saya UPI pun terjadi hal yang sama, pihak birokrat ikut campur masalah oragnisasi mahasiswa di kampus dengan terbitnya SK Rektor yang membahas mengenai kegiatan mahasiswa di kampus. mungkin di Upi lebih parah,arena tidak ada pembahsan terlebih dahulu dengan mahasiswa mengenasi SK rektor tersebut. Ini sangat jelas sekali menanndakan bahwa pihak birokrat benar-benar akan mematikan pergerakan mahasiswa di Upi. Kita seperti di nina bobo kan oleh piak birokrat, birokrat secara perlahan-lahan membungkam pergerkanan mahasiswa. wah mas sebenarnya saya tertarik ingin berdiskusi lebih lanjut tantang masalah ini dengan masnyaa.. karena sedang butuh banyak referensi. mungkin boleh minta alamat Facebook??

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: